Penggunaan SIM B2, SIA, SIO Untuk Alat Berat

Contoh SIO - Alat berat blog

Alatberat.com – Para operator alat berat tentu tidak asing dengan kata (Surat Izin Mengemudi) SIM B2, (Surat Izin Operator) SIO dan (Surat Izin Alat) SIA karena mereka wajib memiliki ini agar dapat mengoperasikan kendaraan alat berat baik di jalan, dalam perusahaan atau di lapangan tempat mereka bekerja. Lalu bagaimana ketentuan penggunaan SIM B2, SIA dan SIO? Untuk Alat Berat apa saja? Bagaiamana cara memeroleh dan syarat-syarat nya?

Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009).

Peraturan perundang-undangan terbaru adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang menggantikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. UU No. 14 Tahun 1992 telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, tetapi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 yang menjelaskan UU No. 14 Tahun 1992 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009.

Golongan SIM berdasarkan Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009

SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.
SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Persyaratan pemohon SIM perseorangan berdasarkan Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009

Usia
17 tahun untuk SIM A, C, dan D
20 tahun untuk SIM B1
21 tahun untuk SIM B2
Administratif
memiliki Kartu Tanda Penduduk
mengisi formulir permohonan
rumusan sidik jari
Kesehatan
sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter
sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis
Lulus ujian
ujian teori
ujian praktek dan/atau
ujian ketrampilan melalui simulator

Syarat tambahan berdasarkan Pasal 81 ayat (6) UU No. 22 Tahun 2009 bagi setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:

Surat Izin Mengemudi B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
Surat Izin Mengemudi B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

SIM untuk kendaraan bermotor dapat digunakan sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah, sebagai berikut Pasal 84 UU No. 22 Tahun 2009:

SIM A Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
SIM B1 dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
SIM B1 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, dan SIM B1.
SIM B2 dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.
SIM B2 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, SIM B2.

Surat Ijin Operator (SIO)

Contoh kartu SIO - Alat berat blog

Contoh kartu SIO

SIO (Surat Ijin Operator) merupakan sejenis Sertifikat yang diberikan menyangkut Ijin perorangan didalam sebuah perusahaan dalam hal kelayakan mengoperasikan Alat angkat / angkut.

Surat Ijin Alat (SIA)

SIA Surat Ijin Alat merupakan sejenis Sertifikat kelayakan termasuk kriteria penilaian SM-K3 yang diberikan menyangkut Ijin pemakaian Alat angkat angkut kepada sebuah perusahaan,

SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3

Perlu diperhatikan agar supaya meminimalkan resiko kecelakaan kerja pada pemakaian pesawat / alat angkat angkut, maka : sebelum pemakaian setiap Pesawat Angkat dan Angkut dan pengaman atau perlengkapannya harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan pengujian, serta dioperasikan oleh seorang operator yang berkemampuan dan cukup ketrampilannya, untuk pesawat / alat angkat angkut nya perlu dirawat dengan baik dan teratur.

Secara terperinci mengenai sertifikat SIA da SIO termasuk kriteria penilaian smk3 harus sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Permennaker No. PER.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.

Lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja disingkat Lisensi K3 adalah kartu tanda kewenangan seorang operator untuk mengoperasikan pesawat angkat dan angkut sesuai dengan jenis dan kualifikasinya atau petugas untuk penanganan pesawat angkat dan angkut.

Jadi, operator alat berat dapat mengantongi SIO tanpa menggunakan SIM B2 jika alat yang dioperasikan tidak di jalankan di jalan umum atau jalan raya, seperti di pelabuhan atau site pertambangan.

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia