PT Sekawan Serius Garap Konversi Batubara Menjadi Etanol

PT SIAP - alat berat blogPT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) saat ini memasuki bisnis energi, yaitu bisnis konversi batu bara menjadi etanol, dari sebelumnya yang merupakan produsen popok (lampin) untuk bayi dan orang dewasa.

Dalam melancarkan aksinya tersebut, perseroan mengakuisisi perusahaan batu bara, PT Indo Wana Bara, yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

“Kami memiliki lahan pertambangan batu bara seluas 5.000 hektar yang terletak sekitar 3,5 kilometer dari tepi sungai Mahakam. Lahan tersebut memiliki cadangan batu bara sebanyak 300.000 ton,” kata Presiden Komisaris SIAP Rennier AR Latief di Jakarta, Selasa (19/08).

Menurutnya, ke depan perseroan akan membangun pabrik etanol di atas lahan seluas 60 hektar di dekat sungai Mahakam. Pabrik yang akan dibangun dengan investasi 180 juta euro itu adalah pabrik gasifikasi batu bara. Pabrik itu nantinya akan mengonversi batu bara yang berasal dari PT Indo Wana Bara menjadi etanol.

“Sekitar 70% dari investasi pabrik tersebut berasal dari pinjaman bank dan 30% dari kas internal. Untuk merealisasikan hal itu, kami melakukan kerja sama dengan ProCone GmbH, sebuah operator gasifikasi batu bara Swiss berteknologi Jerman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rennier menyebutkan ProCone GmbH akan menjadi kontraktor EPC (engineering, procurement, and construction) batu bara perseroan untuk dikonversikan menjadi etanol, yaitu campuran untuk bahan bakar minyak (BBM) kendaraan bermotor. Untuk itu, perseroan dan ProCone GmbH pada 19 Agustus 2014 ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) terkait kerja sama tersebut.

Rennier menuturkan bahwa setelah penandatanganan tersebut dilakukan maka SIAP bersama ProCone GmbH akan bersama-sama mulai membangun pabrik etanol tersebut dengan berbagai fasilitasnya pada Januari 2015. Realisasi pembangunan perlengkapan utama pabrik tersebut direncanakan pada Januari 2016.

Sementara itu, commissioning (percobaan pengoperasian) pabrik etanol tersebut rencananya akan dilakukan pada Juli 2016 sehingga pabrik tersebut akan mulai beroperasi secara komersial penuh pada Desember 2016 dengan kapasitas produksi etanol sebanyak 260.000 ton.

“Akan bangun pabrik ethanol, lahan sudah dibebaskan sekitar 60 ha dari 5000 ha di dekat sungai Mahakam,” ujar Presiden Komisaris SIAP, Rennier AR Latief saat paparan di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Menurut Latief, perseroan mengolah etanol yang berasal dari produksi batubara PT Indo Wana Bara, yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Perseroan mengakuisisi perusahaan tersebut.

Rencananya, lanjut Latief, perseroan yang akan menjadi kontraktornya ProCone GmbH akan menjadi kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

“Konversi batu bara menjadi ethanol Mine mouth project, untuk menghindari transportasi batu bara karena sebagian besar dari batu bara adalah air.Project ini sudah cukup lama dibicarakan,” katanya.

Latief menjelaskan akan membangun pabrik etanol pada January 2015 dan ditargetkan operasi di akhir 2016. Dana untuk membangun pabrik, Latief menjelaskan berasal dari 70% pinjaman dan 30% kas internal.

“Sekarang sudah ada 3 bank di procone, Swis, Jerman dan Cheko khusus mendanai industrin kimia dasar, bunga di Eropa sekarang hanya empat persen,” jelasnya.

Sumber : Energtoday dan Inilah.com

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia