Multifinance putar otak untuk pertahankan Bisnis Utama Alat Berat

Artikel_2

Prediksi pembiayaan Alat Berat tahun depan, mungkin belum bisa meningkat, hal ini didasarkan kepada catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat pembiayaan alat berat sampai september 2015 tumbuh sangat tipis, yakni 0,8 %, jika dilihat year on year (yoy) menjadi Rp. 115,04 Triliun.

namun tantangan ini dijadikan peluang bagi bisnis multifinance, yaitu dengan melakukan strategi diversifikasi bisnis. Mereka membidik beberapa sektor untuk dijadikan bisnis tambahan mereka, beberapa diantaranya adalah, pembiayaan modal kerja, pembiayaan kemaritiman, pembiayaan furniture, batik atau tekstil, hingga pembiayaan konstruksi, dengan harapan diversifikasi ini mampu mempertahankan target pencapaian pembiayaan bisnis utamanya yaitu Pembiayaan Alat Berat.

Diluar itu pun, peluang pembiayaan Alat Berat bekas masih besar, khususnya di sektor perkebunan, yang sampai saat ini masih terlihat membutuhkan Alat Berat, dan hal ini juga masih bisa dimanfaatkan oleh Multifinance, selain itu juga, Multifinance melihat tingkat resiko pembiayaan untuk sektor- sektor yang dibidik tidak terlalu besar, dikarenakan ada agunannya yakni bangunan dan tanah, dengan kata lain ini cukup aman untuk dilakukan.

Share This :

Komentar

About Author

adey777@gmail.com'

Adrian