Juli 2014, Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

Minyak-Bumi - alat berat blog

Alatberat.comHarga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) di pasar internasional pada bulan Juli 2014 turun sekitar empat persen. ICP terpantau turun sebesar US$ 4,32 per barel, dari US$ 108,95 pada bulan Juni menjadi US$ 104,63 per barel sebulan berikutnya.

Harga minyak nasional Sumatera Light Crude (SLC) juga turut mengalami kinerja negatif. Pada Juli, harga minas SLC mengalami penurunan sebesar US$ 6,55 per barel ke level US$ 105,6 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memaparkan penurunan rata-rata harga minyak mentah tersebut sejalan dengan penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional. “Sejumlah laporan menyebutkan adanya penurunan produksi minyak di sejumlah negara penghasil minyak (OPEC) dan Amerika Serikat serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia,” demikian seperti dikutip dari siaran resmi Kementerian ESDM, Selasa, 12 Agustus 2014.

Jual Beli alat berat - alat berat blog

Berdasarkan data Internasional Energy Agency (IEA) bulan Juli, perkiraan permintaan minyak mentah global untuk periode Januari Desember hanya sebesar 92,7 juta barel per hari. Data tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar 135 ribu barel per hari dari perkiraan bulan sebelumnya.

Demikian juga data Monthly Oil Market Report (MOMR) bulan Juli menunjukkan permintaan minyak global untuk periode yang sama mengalami penurunan sebesar 10 ribu barel menjadi hanya 91,3 juta barel per hari. Untuk periode April-Juni, permintaan minyak hanya sebesar 90,16 juta barel per hari atau turun 30 ribu barel per hari dari perkiraan bulan sebelumnya.

Penurunan harga minyak Indonesia juga dipengaruhi oleh adanya koreksi pertumbuhan ekonomi global. Berdasarkan data MOMR, proyeksi pertumbuhan ekonomi dikoreksi dari semula 3,4 persen menjadi 3,1 persen. Hal ini akhirnya mempengaruhi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara, antara lain Brasil, Rusia, Cina, dan India.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak terutama didorong oleh penurunan permintaan minyak mentah jenis direct burning di Jepang, fuel oil, dan gas oil diesel di Cina. Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi kondisi pertumbuhan ekonomi Cina yang lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sumber : Tempo

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia