Harga Batu Bara Di PLTU Mulut Tambang Tak Mengacu HBA

batu bara - alat berat blog

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jarman menerangkan harga batu bara di PLTU mulut tambang tak berpengaruh terhahadap harga batu bara internasional.

“Ini tak bergantung dengan harga batu bara internsional. Formula harga batu bara di PLTU mulut tambang ditetapkan berdasarkan cost (beban biaya) ditambah margin. Marginnya sekitar 25%,” kata Jarman di Jakarta (9/5)

Ia menambahkan, formula ini juga terus dievaluasi berdasarkan beban biaya yang dibutuhkan investor di tiap tahunnya. Misalnya saja jika terjadi inflasi dan efek ekonomi lainnya, maka penentuan formula harga ini kembali disesuaikan.

“Basic-nya tetap real cost, dan ada eskalasi. Misal ada inflasi tentu formulanya juga pasti disesuaikan kembali oleh kami,” ucap Jarman.

Jarman berharap penetapan harga tersebut mampu menarik minat investor menggarap potensi batu bara di Tanah Air. Dia menyebut keuntungan bagi para investor yakni tidak ada biaya angkut batu bara dari pelabuhan ke pembangkit listrik. Sebab, lokasi pembangkit listrik tidak jauh dari tambang batu bara.

PLTU - Alat berat blog

“Biaya transportasi, infrastruktur pengangkut tidak ada lagi. Tidak ada pengangkutan batu bara dari pelabuhan ke pembangkit. Tinggal tarik transmisi saja sehingga cost listrik lebih efisien,” ujarnya.

Sebelumnya Direktur PT Indo Tambangraya Megah, Leksono Poeranto mengatakan pihaknya berminat melakukan investasi di PLTU Mulut Tambang. Kata Leksono, perusahaan induk mereka Banpu memiliki pengalaman dalam pengerjaan proyek PLTU. Namun Leksono mengakui ketentuan harga jual batu bara mulut tambang masih belum ideal.

Bisnis listrik revenuenya lebih stabil dibandingkan coal. Harga jual dengan margin 25%, kita liat saja tapi belum sesuailah kalau segitu,” ujarnya.

Sebagai informasi, harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian ESDM terus melemah hingga sebesar US$73,60 per ton pada periode Mei 2014. Harga ini lebih rendah dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Pada periode April kemarin HBA sebesar US$ 74,81 per ton, HBA periode Maret sebesar US$ 77,01 per ton dan periode Februari kemarin sebesar US$80,44 per ton.

Sumber: tambang.co.id

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>