Bagaimana Nasib Harga Batubara di Tahun 2015

Tongkang_angkut_batu_bara - alat berat blog

Alatberat.com – Batubara merupakan salah satu komoditas ekspor yang ada di Indonesia, pada akhir tahun 2014 ini beberapa harga komoditas turun dan tak terkecuali harga minyak dunia dan batubara yang menyebabkan beberapa perusahaan memutar otak untuk mengatasi masalah ini.

Lalu bagaimana prediksi tentang harga batubara pada tahun 2015 mendatang?

Diperkirakan harga batubara akan tetap melemah hingga tahun 2015. Kondisi tersebut terjadi akibat kelebihan pasokan batubara, terutama bertambahnya produksi dari Australia dan Indonesia. Terlebih lagi rendahnya harga batubara tersebut. Belum ada kejelasan, kapan harga komoditi tambang ini akan membaik.

Koran dari Sidney, Australia, The Australian, hari ini mengutip lembaga riset Moody’s yang memprediksi nasib komoditi batu bara Asia. Moody’s memperkirakan, perusahaan tambang harus berjuang untuk mengatasi lemahnya harga, yang belum jelas kapan berakhir.

Permintaan batubara Cina melemah, itu membuat harga batu bara tak kunjung naik. Namun sebagian diganti dengan tumbuhnya permintaan dari kawasan lain. Moody’s memperkirakan, EBITDA – penerimaan sebelum memperhitungkan suku bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi – tiap ton akan di bawah US$ 10-15.

Kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan memangkas biaya-biaya yang dianggap tidak perlu memang sangat efisien dan bermanfaat untuk mengurangi turunnya penerimaan. Tetapi itu belum cukup untuk memangkas menipisnya penerimaan karena anjloknya harga.

‘’Produsen batu bara termal akan lebih nyaman ketimbang batu bara jenis coking. Konsumen utama batu bara termal, yakni pembangkit listrik, tetap butuh banyak batu bara. Beda halnya batu bara jenis coking, yang dibutuhkan oleh industri baja. Produksi baja akan menurun drastis,’’ demikian riset Moody’s.

Moody’s juga memperkirakan, indeks Newcastle untuk batu bara termal tahun depan di US$ 65-75. Sementara untuk batu bara jenis coking dari Queensland harganya US$120-130.

Disisi lain ketua umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu, memprediksi, harga batu bara tahun depan akan mencapai USD67 hingga USD70 per ton.

“Sekarang ini diharga USD63 pengusaha sudah berdarah-darah. Kalau semua orang dorong pengurangan volume produksi, harga akan membaik lagi,” ujarnya di Direktorat Jendral Mineral Batubara Kementerian ESDM, Tebet, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Bob menambahkan, produksi batu bara nasional tahun ini diperkirakan tak mencapai target. “Produksi tahun ini masih di atas 400 juta ton tapi tetap di bawah target pemerintah, 420 juta ton. Ini karena rendahnya harga batu bara,” terang dia.

Selain harga rendah, larangan ekspor batu bara turut membuat target produksi tak tercapai. “Target produksi tak tercapai juga karena ada regulasi larangan ekspor batu bara. Jadi kita enggak bisa ekspor. Tapi saya setuju kalau volume penjualan ke luar negeri di-cut karena bisa meningkatkan harga batu bara,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tahun depan, dirinya berharap agar target produksi bisa dikurangi demi mendongkrak harga. “Supaya harga batu bara kembali naik, produksi tahun depan di targetkan di bawah 400 juta ton. Kalau bisa dipangkas 100 juta ton,” tutupnya.

Bagaimana menurut prediksi anda?

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia