Apa itu Transesterifikasi ?

PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK CURAH

Sebelum membahas apa itu transesterifikasi, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu, kenapa kita harus tahu tentang transesterifikasi, Alat Berat yang sering kita gunakan salah satunya menggunakan bahan bakar berjenis Solar, pernahkah kita tahu bahwa saat ini persediaannya semakin terbatas, kemudian bagaimana mencari solusinya, salah satunya telah ada sebuah upaya yang dilakukan untuk mencari alternatif pengganti Solar, yaitu Biodiesel atau disebut juga B20, hal ini bertujuan untuk mengimbangi  keterbatasan persediaan solar saat ini, B20 ini disamping gas buangnya cukup baik, Karbon Monoksida yang dihasilkannya pun lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan, kemudian bagaimana membuat biodiesel itu?, biodiesel biasanya dibuat dari minyak nabati melalui proses kimia yang disebut transesterifikasi, untuk itulah kenapa kita harus tahu apa itu transesterifikasi.

Pada prinsipnya, proses transesterifikasi itu adalah proses kimia untuk membuat bahan bakar biodiesel dari minyak nabati dengan mengeluarkan gliserin dari minyak dan mereaksikan asam lemak bebasnya dengan alkohol, prosesnya sendiri dilakukan dengan mencampur minyak jelantah dengan metanol dengan menggunakan katalisator KOH, proses ini biasanya berlangsung sekitar ½ – 1 Jam, pada suhu sekitar 400 c, campuran yang terjadi kemudian didiamkan sehingga terbentuk dua lapisan, yaitu lapisan bawah gliserin, dan lapisan atas metil ester ( biodiesel ), agar reaksinya berlangsung sempurna, maka biodiesel hasil dari tahap pertama kemudian direaksikan lagi dengan metanol ( tahap kedua ), hal ini untuk mengantisipasi kandungan gliserin total dalam biodiesel.

Saat ini upaya penelitian dan pengujian terus dilakukan, tentunya hal itu bertujuan untuk mempertahankan persediaan bahan bakar yang kian hari kian menipis, dan kenapa dipilih Biodiesel, karena bahan bakar jenis ini lebih ramah lingkungan, dan selain itu juga dengan meningkatnya pembangunan proyek- proyek sedikitnya tidak berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan, jika bahan bakar yang dibuat mampu menyeimbangkan antara kebutuhan proyek-proyek dengan kebutuhan kelestarian lingkungan hidup/ alam.

Share This :

Komentar

About Author

adey777@gmail.com'

Adrian