Aksi Demo Karyawan Freeport Kembali Terjadi

DemoFreeport

Alatberat.com – Sekitar 400 karyawan PT Freeport dari tujuh suku yang melakukan demonstrasi di areal mille 72, Tembagapura, Papua, menyebabkan akses jalan menuju lokasi penambangan perusahaan terhambat. Juru bicara PT Freeport, Deasy mengaku aksi demo yang dilakukan para karyawan itu tepatnya di dekat Ridge camp mille 72, hal tersebut menyebabkan akses jalan dari dan menuju lokasi tambang mengalami hambatan.

“Kami memang sudah mendapat laporan tentang adanya aksi unjuk rasa sekelompok karyawan yang mengakibatkan terganggunya akses jalan tambang. Saat ini sedang dilakukan komunikasi atau dialog dengan pendemo ” jelas Deasy dalam pesan singkatnya, Senin (16/3).

Sementara itu Kapolres Mimika, Akbp Yusnanto secara terpisah mengatakan, aksi demo yang berasal dari karyawan tujuh suku hingga saat ini masih terus berlanjut. Bahkan para pendemo saat ini sudah memalangkan satu unit kendaraan berat dan tenda sehingga makin menyulitkan aktivitas dari dan ke lokasi tambang.

Aksi demo para karyawan dari tujuh suku itu antara lain menuntut penegakan aturan perjanjian kerja bersama (PKB) dan perselisihan hubungan industria (PHI), hak-hak karyawan yang aktif bekerja baik dari PT Freeport, kontraktor dan privatisasi harus diberi kompensasi dan promosi, tinjau ulang keputusan arbitrase yang tidak sesuai aturan PKB dan PHI.
Sedangkan tuntutan yang kelima adalah apabila keempat tuntutan tidak dipenuhi maka seluruh karyawan yang aktif bekerja pada saat mogok meminta “golden packet”.

Diakui, saat ini anggota kepolisian yang berada di Tembagapura hanya berupaya melakukan mediasi antara pendemo dengan pihak manajemen karena hal tersebut merupakan aksi internal perusahaan. Bahkan Polres Mimika sudah mengirim Kompol Sudirman, mantan Kapolsek Tembagapura, untuk membantu mempercepat proses mediasi,” jelas Akbp Yusnanto.

40an Karyawan Kembali Melakukan Aksi Pemalangan

Perusahaan tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia kembali harus berhadapan dengan protes karyawannya sendiri. Pada senin (18/5), sebanyak 40-an lebih karyawan Freeport melakukan pemalangan di tiga titik areal pertambangan.

Mereka mengatasnamakan tujuh suku. Seperti yang dicatat Liputan6.com, ketiga titik itu adalah  Mp 72 di depan pos terminal ridge camp, depan pos keamanan 800 Mp 72 dan di Mp 73. Pemalangan dilakukan dengan 3 alat berat berupa loader serta material pasir dan batu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige, menuturkan pemalangan dilakukan pada Senin sekitar pukul 02.00 WIT yang dipimpin Arnol Beunal. “Rata-rata karyawan yang melakukan pemalangan  bekerja pada mine maintanance contractor PT FI. Massa menuntut penyelesaian masalah abritase yang belum ada solusi dari pihak manajemen Freeport Indonesia,” katanya.

Dalam aksinya, Senin sekitar pukul 24.40 WIT, massa bergerak menuju Mp 72 ridgecamp dan tiba sekitar pukul 01.05 WIT di pos keamanan 800.

“Sekitar pukul  03.40 WIT, sekitar 18 orang termasuk Arnol Beunal ditangkap oleh kepolisian setempat dan dibawa ke polsek, dan rencananya akan dilanjutkan ke Polres Mimika untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Pasca penangkapan ini, sekitar pukul 04.00 WIT, polisi membongkar paksa pemalangan tersebut dan hingga saat ini situasi di lokasi pemalangan dan sekitar aman dan kondusif.

 

Sumber : tambang.co.id, fastnewsindonesia.com

Share This :

Komentar

About Author

alatberat

Jual Beli Alat Berat No.1 di Indonesia